Tampilkan postingan dengan label akademis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akademis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Januari 2012

Grand Strategy Pendidikan Polri pada Taruna Akpol STIK-PTIK detasemen 44 Wiratama Bhayangkara

posting by : Dimitri Mahendra
I.                   PENDAHULUAN
Tanggung jawab dalam suatu kinerja dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan kredibilitas dengan profesionalisme, kejujuran, kedisiplinan, kepatuhan terhadap hukum, dengan mengedepankan analisis akademis dan praktis tanpa mengejar pengakuan atau pemaksaan kehendak terhadap masyarakat mutlak dimiliki oleh setiap anggota Polri dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya yang luhur sebagai seorang abdi masyarakat bagi bangsa Indonesia sebagai seorang pelindung, pelayan dan pengayom masyarakat, penegak hukum dan pemelihara keamanan dan ketertiban nasional.
Kredibilitas kinerja yang optimal yang harus dimiliki oleh anggota Polri terutama bagi para perwira Polri yang bersumber dari Akademi Kepolisian sebagai lembaga pendidikan pencetak kader kader pimpinan Polri juga pendidikan pembentukan perwira Polri selain Akpol haruslah memiliki kualitas personel yang mumpuni dan memiliki kualifikasi yang diharapkan. Dalam kenyataannya di lapangan, tidak semua lulusan dari sekolah pimpinan Polri tersebut melahirkan kader kader yang prima dikarenakan minimnya skill dan pengetahuan masalah kepolisian, hukum dan segala substansi permasalahan permasalahan yang terjadi di masyarakat. Oleh karena hal tersebut, tuntutan pendidikan yang lebih tinggi dibutuhkan oleh para perwira pertama lulusan Akademi Kepolisian tersebut untuk mencapai kualifikasi kinerja yang lebih baik dan optimal sebagai aparat penegak hukum yang profesional, mahir, terpuji, dan patuh hukum.
Untuk meningkatkan kredibilitas dan kemampuan kinerja perwira pertama lulusan Akademi Kepolisian tersebut maka dibentuklah sekolah lanjutan kepolisian atau yang disebut pendidikan pengembangan secara berjenjang menurut kepangkatan maupun tingkat pendidikan yang dimiliki oleh para perwira Polri lulusan Akpol maupun perwira Polri lulusan selain Akpol. Dalam kenyataannya di lapangan, untuk dapat mengikuti pendidikan lanjutan tersebut, masih banyak ditemukan tradisi pungutan liar (pungli) terhadap para perwira yang akan mengikuti seleksi masuk sekolah lanjutan tersebut. Hal ini mendarah daging dan menjadi traditional culture dan mengubah mindset para perwira Polri untuk melakukan pemerasan terhadap masyarakat, menjadi mafia hukum atau makelar kasus dan masih banyak oknum guna mengumpulkan dana dan finansial untuk dapat lolos seleksi dalam mengikuti sekolah lanjutan perwira kepolisian tersebut.
Untuk mengatasi permasalahan kompleks yang terjadi dalam tubuh internal Polri, maka Kalemdikpol menyusun program grand strategy lemdikpol 2011- 2025 yang selaras dengan grand strategy Polri, revitalisasi Polri maupun birokrasi Polri serta kebijakan pemerintah di bidang pendidikan (sisdiknas).



Senin, 19 September 2011

peningkatan mutu akademis perwira POLRI dalam sistem manajemen pendidikan POLRI

                    posting by Dimitri Mahendra
                    Dalam menghadapi gangguan kamtibmas yang semakin meningkat. Kemampuan, profesionalitas, tekhnik, mutu, sumber daya dan segala perangkatnya sangatlah dibutuhkan bagi para personel POLRI. Untuk mewujudkan kemampuan yang sesuai dengan standar kualitas pelaksanaan tugas diwujudkan dari kualitas personel melalui edukasi/ pendidikan. Kualitas tersebut harus diwujudkan dengan latar belakang personel POLRI yang memiliki gelar s1,s2, dan s3. 
                    Kepolisian adalah instansi pemerintahan RI yang berfungsi sebagai penegak hukum negeri. Dalam halnya penegakan hukum negeri ini dibutuhkan pula personel yang berjenjang dari tamtama, bintara, maupun perwira. Hirarki tersebut mengharuskan para personel untuk meningkatkan kredibilitas dalam bekerja untuk wujudkan situasi polisi masyarakat yang humanis. Tidak seperti jaman orde baru, pengakuan dari tersangka bukanlah lagi hal yang dikejar dalam pembuktian hasil pidana. Melainkan bukti yang cukup dan saksi mata lah yang sekarang yang membuktikan suatu pidana yang terjadi. Hal tersebut sangat sulit diwujudkan apabila kualitas SDM masih rendah. Oleh karena itu, semua organisasi didukung oleh manajemen pembinaan, hubungan dan tata cara kerja, manajemen material, manajemen keuangan, perencanaan, pemrograman, penganggaran serta pengawasan.
                          Mengikuti perkembangan jaman dan tantangan tupok POLRI, mutu perwira pertama (pama) POLRI yang berlatar belakang akademisi praktisi s1ilmu kepolisian dipertaruhkan melalui lulusan AKPOL sistem baru sarjana tahun anggaran 2012 angkatan 44. Hal ini terbukti dari peningkatan kualitas akademis dari pelajaran kelas seperti penambahan jam belajar, akselerasi materi yang diikuti standar penilaian yang kompetitif, belajar terstruktur, paper exercise, paparan, english day, diskusi dan sistem praktek kepolisian yang sangat mendukung kualitas lulusan nya.
                          Apa yang dilakukan para taruna untuk menciptakan lulusan AKPOL yang akademisi praktisi tersebut? Memang pertanyaan itu agak sulit untuk dijawab. Tetapi dalam pelaksanaan untuk menciptakan lulusan AKPOL berbasis akademisi praktisi s1 itu dilakukan peningkatan penciptaan situasi disiplin akademis, jasmani, sikap perilaku yang berimbang. Dengan kata lain, nilai EQ, SQ, dan IQ dibina dengan sedemikian rupa dengan metode pengasuhan yang memberikan ilmu kepolisian, teknis, hirarki dan tidak menghilangkan tradisi Akademi. 
                         Berbicara masalah tradisi, tidak semua tradisi itu baik, tetapi tradisi yang baik harus ditradisikan. Kata kata itu dikutip dari senior penulis yang sudah melaksanakan tugas di wilayah. Kekerasan adalah tradisi yang kurang baik yang sering terjadi di akademi mana saja. Melihat dengan tujuan tupok POLRI yang humanis, tradisi kekerasan itu benar benar dihilangkan dari AKPOL diganti menjadi keluarga asuh, asih, dan asah yang mengedepankan pembinaan sikap, mental, akademis, dan fisik yang seimbang. Hal itu dirasa positif bagi para taruna untuk menciptakan situasi belajar yang kondusif dengan tetap mentaati aturan dan menindak tegas pelanggaran yang terjadi dengan tegas. Sehingga lulusan perwira POLRI yang akademisi praktisi s1 t.a 2012 den 44 dapat melahirkan perwira yang memiliki sikap, intelektual dan jasmani yang baik demi pelaksanaan tupok POLRI yang jujur, adil, humanis, profesional, akuntabel, disiplin, visioner, dan patuh hukum dapat tercipta.